Cara Perhitungan Lembur yang Benar

Perhitungan Lembur

Lembur adalah istilah yang banyak digunakan untuk bekerja diluar jam kerja itu sendiri. Sehingga apabila pekerja tersebut lembut, maka seharusnya mempunyai upah sendiri yang harus dibayarkan oleh perusahaan diluar gaji utama yang ia terima. Oleh karena itulah banyak yang mengejar lembur tersebut untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari kantor. Lembur tersebut dilakukan dengan melakukan perhitungan lembur yang tepat agar bisa memperkirakan besarnya uang yang akan diterima saat gajian.

Biasanya lembur yang dilakukan oleh pekerja harus diketahui terlebih dahulu oleh perusahaan. Karena nantinya memang kerja lebih tersebut akan mendapatkan penghasilan tambahan untuk pekerja yang lembur. Ada jadwal lembur yang harus ditaati oleh pekerja, sehingga apabila tidak berkenan bisa untuk tukar dengan pekerja lainnya untuk lembur. Selain itu, ada banyak aturan lainnya yang harus diikuti oleh pekerja maupun untuk perusahaan. Dimana ada peraturan dari pemerintah untuk sistem lembur tersebut. Misalnya mempunyai persetujuan dari kedua belah pihak yaitu dari pekerja maupun dari perusahaan. Selain itu ada rincian yang jelas mengenai pelaksanaan kerja lembur seperti nama dan waktu lembur. Kemudian ada bukti tanda tangan dari kedua belah pihak. Untuk menghitung upah yang didapatkan dari lembur tersebut adalah dari upah bulanan yang ia terima. Sedangkan untuk aturan dan perhitungan untuk lembur yang akan didapatkan adalah sebagai berikut:

  1. Lembur pada saat hari kerja

Perhitungan lembur yang pertama adalah tambahan kerja ketika dilakukan pada hari kerja biasanya. Untuk menghitung upah lembur tersebut biasanya dari waktu lembar dikalikan upah lembur dan juga dikalikan dengan upah sebulan. Upah tetap sebulan sendiri terdiri dari gaji pokok yang diterima ditambah dengan tunjangan tetap yang didapatkan oleh pekerja seperti makan, uang bensin, tunjangan keluarga, dan masih banyak lainnya.

  1. Lembur pada hari libur dan juga libur nasional

Untuk perhitungan uang yang akan didapatkan ketika melakukan lembur saat hari libur yaitu hari minggu dan juga libur nasional juga akan berbeda. Biasanya untuk upah yang akan didapatkan ketika masuk dihari yang seharusnya libur ini pekerja akan mendapatkan upah dua kali lipat dari yang seharusnya. Sehingga apabila ia masuk 7 jam dalam hari libur tersebut, ia akan mendapatkan upah per jam nya setara dengan dua kali upah per jam saat hari biasa. Sehingga untuk menghitung upah lembur saat hari libur kerja atau hari libur nasional adalah dengan menggunakan rumus 7 jam dikalikan 2 kali 1/173 dan dikalikan dengan upah yang ia terima sebulan. Sedangkan bagi pekerja yang bekerja lebih dari jam kerja normal akan dikalikan 3 hingga 4 kali upah per jam yang biasa ia terima.

  1. Lembur untuk kantor yang masuk 5 hari seminggu

Selanjutnya adalah lembur yang dilakukan oleh pekerja dengan waktu 40 jam seminggu dan bekerja selama lima hari saja yaitu dari senin sampai jumat. Untuk waktu lembur yang dilakukan adalah yang melebihi 8 jam sehari. Seperti lainnya perhitungan untuk lembur ini juga dikalikan dengan waktu lembur dan upah lembur serta gaji yang diterima per bulannya.

  1. Lembur untuk hari terpendek kerja

Adalah perhitungan lembur yang dilakukan untuk hari kerja yang pendek seperti hari jumat. Untuk jenis lembur ini akan dikenakan upah untuk 5 jam lembur dengan dua kali upah per jam pada hari biasanya. Selain itu untuk jam ke 6 akan diberikan 3 kali upah dan terakhir akan mendapatkan 4 kali upah untuk lembur 8 jam.

 

Related posts