Mengurus Akta Kelahiran yang Baru? Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini!

Mengurus Akta Kelahiran yang Baru

Demi bisa memperoleh ketertiban dalam mencatat data penduduk dengan valid, maka setiap anggota keluarga baru harus segera mendaftarkan kelahiran anak kepada dinas terkait paling lambat 60 hari setelah kelahiran. Hal ini penting sehingga anak bisa mendapatkan pelayanan publik baik dari pemerintah maupun swasta untuk ke depannya. Saat bayi baru saja dilaporkan dan mendapatkan akta kelahiran, maka bayi tersebut akan terdaftar di catatan sipil dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang kemudian bisa masuk dalam Kartu Keluarga dan bisa mendapat Nomor Induk Kependudukan.

Identitas diri dan akta lahir ini bisa berpengaruh terhadap pengakuan kewarganegaraan suatu hari nanti. Pelaporan pun juga harus dilakukan dengan memenuhi semua syarat dan aturan yang berlaku dari negara. Mengingat domisili dan kondisi wilayah yang berbeda, mungkin akan ada banyak kelengkapan lainnya yang juga berbeda, namun secara umum syarat dalam pelaporan untuk akta lahir adalah:

kartu kredit bri visa touch
  • Surat pengantar dari pihak RT dan juga RW.
  • Surat keterangan lahir dari bidan, dokter, rumah sakit atau tempat melahirkannya.
  • Kartu Keluarga asli dan juga fotokopi untuk penduduk tetap. Namun untuk warga non tetap yang berdomisili, maka butuh SKSKPNP.
  • KTP dari suami dan istri dan juga fotocopynya 2 lembar.
  • Fotokopi buku nikah atau akta nikah catatan sipil.
  • Fotokopi paspor untuk yang berkewarganegaraan asing.
  • 2 orang saksi yang bisa menjadi bukti akan kelahiran tersebut dan fotokopi dari yang bersangkutan.
  • Untuk anak yang tidak diketahui terkait asal usulnya, maka diperlukan juga surat dari pihak kepolisian.
  • Untuk anak penduduk rentan, maka juga diperlukan surat dari lembaga sosial khusus.
  • Surat kuasa bermaterai Rp 6.000.
  • Mengisi formulir permohonan untuk pencatatan kelahiran bermaterai Rp 6.000.

Berbeda dengan dulu dimana mengurus akta kelahiran adalah lewat kelurahan, maka saat ini pengurusannya diserahkan secara langsung kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Jika semua syaratnya telah lengkap, selanjutnya Anda bisa segera mendaftarkannya ke loket. Nantinya petugas akan melakukan tugasnya sebagai berikut ini:

  • Meneliti semua kelengkapan yang Anda serahkan dan memasukkan semua datanya ke dalam sistem yang ada.
  • Selanjutnya akan dilakukan pengecekan dengan tanda tangan dari pemeriksa data.
  • Penandatanganan dari Kepala di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
  • Selanjutnya, akta tersebut akan diberi stempel dan diserahkan kepada pemohon.

Jika semua prosedur telah dilakukan dengan normal, maka akta lahir tersebut biasanya akan bisa selesai hanya dalam waktu 2 hari saja. Waktu tersebut adalah yang tercepat karena waktu maksimalnya sekitar 30 hari untuk selesai. Untuk membuat akta lahir yang baru, Anda tidak perlu khawatir akan biaya yang muncul karena tidak akan dipungut biaya sepeserpun. Namun perlu diketahui jika materai, fotokopi dan lainnya tetap ditanggung sendiri. Hal ini telah dijamin oleh UU sehingga Anda bisa melaporkan nantinya jika ada pihak yang memungut biaya di luar biaya tersebut.

Selalu akan ada kemungkinan pelaporan kelahiran yang terlambat atau tertunda karena berbagai macam alasan. Tidak perlu khawatir akan hal ini karena Anda tetap bisa membuat akta kelahiran untuk anak namun dengan proses yang lebih lama. namun yang pertama harus dilakukan adalah dengan meminta keputusan tertulis dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Setelah surat didapat, Anda cukup mengikuti semua prosedur dan melengkapi semua syaratnya dengan lengkap. Tak hanya itu, keterlambatan juga bisa saja mengakibatkan denda administratif yang berbeda di setiap daerahnya.

kta dbs

Related posts