Simulasi Perhitungan Bunga Deposito BRI

Simulasi Perhitungan Bunga Deposito BRI

Perbankan di Indonesia ada yang merupakan perbankan konvensional dan ada yang syariah. Salah satu contoh perbankan konvensional adalah BRI. Bank Rakyat Indonesia tersebut tidak hanya menawarkan produk perbankan dengan bentuk tabungan jangka pendek namun juga deposito yang merupakan tabungan jangka panjang. Bunga deposito BRI yang kompetitif menjadi salah satu alasan mengapa banyak masyarakat yang memilih untuk mengambil deposito di bank BRI.

Deposito sendiri merupakan tabungan jangka panjang yang hanya dapat diambil sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Jenis tabungan ini cocok bagi Anda yang mempersiapkan masa depan misalnya untuk biaya pendidikan anak. Deposito BRI Rupiah mengharuskan Anda untuk menyetor pertama kali sebesar Rp 10 juta dan jangka waktu pengambilan ada yang 1, 2, 3, 6 bulan, 1, 1.5 ataupun 2 tahun.

kartu kredit bri visa touch

Keunggulan dengan menggunakan deposito BRI rupiah diantaranya adalah:

  • Dapat dijadikan sebagai jaminan kredit dan bunga deposito tetap dapat Anda nikmati hingga jangka waktu deposito tersebut berakhir.
  • Fasilitas bunga yang Anda peroleh dapat ditransfer langsung ke rekening BRI atau ke bank yang lainnya sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Memiliki banyak kantor cabang sehingga memudahkan Anda untuk dapat membuka ataupun melakukan pencairan.

Suku bunga deposito BRI yang kompetitif membuat Anda dapat memperhitungkannya dan Anda tidak perlu khawatir mengenai return yang akan Anda peroleh jika suku bunga tersebut mengalami masa fluktuatif atau perubahan yang tidak stabil. Jenis deposito dari BRI ini dapat diperpanjang dengan cara ARO atau automatic roll over ataupun non ARO jika simpanan Anda tidak akan diperpanjang setelah jangka waktu berakhir sehingga Anda dapat mencairkannya.

Perhitungan bunga deposito dari Bank BRI ini berdasarkan pada saldo yang mengendap atau terutang di setiap akhir hari dan pembukuan bunga ke rekening nasabah dilakukan setiap hari. Bunga deposito yang diberikan oleh BRI kepada Anda selaku nasabahnya dibebankan pajak bunga oleh negara dengan besar 20% dari bunga yang diterima. Umumnya, pembebanan biaya tersebut dilakukan bersama dengan pembayaran bunga oleh pihak bank.

Terdapat beberapa simulasi yang dapat memudahkan Anda untuk menghitung bunga deposito. Misalnya A memiliki deposito dengan jumlah Rp 200.000.000 yang disimpan dalam jangka waktu 3 bulan tercatat dari tanggal 1 Juni 2016 hingga 1 September 2016 dengan suku bunga simpanan sebesar 6%. Ketika jatuh tempo bunganya adalah sebesar? Sebelum menghitung maka Anda harus menghitung harinya terlebih dahulu karena jumlah saldo yang mengendap setiap malamnya. Dari kasus tersebut, ditemukan jumlah hari yaitu 92 hari.

Untuk menghitung bunga deposito BRI yang akan Anda peroleh setelah tanggal jatuh tempo, Anda harus menghitung bunga dan pajak bunganya. Cara menghitungnya yaitu:

  • Bunga: menggunakan rumus : (jumlah simpanan deposito x bunga x hari) / jumlah hari dalam 1 tahun. Sehingga (200.000.000 x 6% x 92) / 365.
    • (12.000.000 x 92) / 365
    • 104.000.000/365
    • 024.657,53.
  • Pajak bunga dihitung dengan rumus besar bunga x 20%. 20% tersebut diperoleh dari pajak yang dibebankan oleh negara. Sehingga, pajak bunga yang dibebankan adalah Rp 3.024.657,53 x 20% = Rp 604.931,506 = Rp 604.931,51.
  • Sehingga bunga yang akan Anda peroleh setelah pajak yang diterima oleh Anda selaku nasabah BRI ketika jatuh tempo di tanggal 1 September 2016 adalah besar bunga dikurangi besar pajak bunga. Rp 3.024.657,53 – Rp 604.931,51 = Rp 2.419.726,02.
kta dbs

Related posts